Power & Cooling datacenter
Maret 20, 2007
Belakangan ini banyak vendor hardware yang berlomba2 untuk mengurangi konsumsi power dan cooling. Intel misalnya, dengan arsitektur Dual-Core Intel Xeon processor 5100 series (code-name Woodcrest) Intel meng-claim performancenya 3x lebih cepat tetapi lebih hemat energy 1/3 dari generasi sebelumnya yang masih single core. Dibeberapa negara power dan ruangan datacenter adalah 2 hal paling besar yang menjadi concern operasional datacenter. Di Indonesia bagaimana?? Apa saja sih yang bisa dilakukan untuk reduce energy cost??
Rasanya di Indonesia hal ini tidak jauh berbeda. Di perusahaan tempat saya bekerja ini pernah delay beberapa hari untuk project backoffice Fixed Wireless Access karena ketersediaan power yang kurang. Ada juga datacenter yang konsumsi powernya sudah maximum sehingga tidak bisa ditambah device lagi di ruangan tersebut. Meskipun saat ini sudah diatasi namun ketersediaan power tetap saja jadi kendala untuk implementasi perangkat baru terutama untuk server atau storage. Dan karena biaya operasi listrik dihandle oleh bagian lain, seakan operasional datacenter tidak terlalu perduli dengan biaya atas konsumsi powernya. Kalau sudah sampai ke datacenter, biaya operasional bukannya tidak menjadi concern, tetapi ini bukan soal biaya lagi, ini soal UPTIME & PERFORMANCE.
Saya jadi bertanya-tanya, berapa sih biaya listrik per bulan yang dikeluarkan perusahaan ini untuk menghidupkan datacenter yang di dalamnya ada ratusan server, lebih dari tiga ratus terabyte storage, beberapa enterprise tape library, switches, PAC-PAC dan komponen aktif lainnya?? dibandingkan dengan revenue yang didapat, berapa persen pengeluaran ini?? Oh, I wish I have the info.
Anyway, sekarang yang perlu dilakukan adalah bagaimana team operasional datacenter bisa reduce operasional cost untuk power & cooling. Untuk storage/data management ada beberapa hal yang bisa dijadikan informasi terkait dengan power dan cooling.
- Disk dengan speed spindle lebih lambat, 7.200 rpm atau 10.000 rpm, mengkonsumsi power lebih sedikit dibanding disk 15.000 rpm. Disk ini pun umumnya kapasitasnya lebih besar daripada disk yang 15K RPM.
- Disk dengan small form factors 2.5″ membutuhkan daya hanya 5 volts dibandingkan 3.5″ disk yang 12 volts. Tapi 2.5″ disk umumnya kapasitasnya lebih kecil. Lagi pula small form factor belum common digunakan untuk SAN.
- Tape drive mengkonsumsi power lebih sedikit dibanding disk drive. Data-data yang jarang diakses (tidak diperlukan dalam waktu dekat) sebaiknya disimpan di tape. Konsep ILM (information lifecycle management) punya peran di sini.
Selain 3 hal diatas yang memang ada trade off antara energy cost dengan performance & data availability, ada hal lain untuk mereduce operational cost terkait dengan energy.
- Jangan menggunakan disk array yang berumur lebih dari 5 tahun. Sebaiknya di dismantle saja. Disk dengan teknologi yang sudah berumur lebih dari 5 tahun lebih boros energi karena kapasitas perkepingnya masih 36GB atau 72Gb untuk FC 15Krpm. Dibandingkan dengan disk sekarang yang sudah 146GB FC 15Krpm, untuk mendapatkan total kapasitas yang sama, disk lawas perlu kepingan lebih banyak sehingga lebih boros energi untuk menjalankan disknya, lebih boros energi untuk mendinginkan disknya juga lebih boros tempat. Selain itu resiko rusak disknya lebih tinggi karena usia spindlenya yang bekerja secara mekanik. Seiring dengan merosotnya harga disk per giga, selisih harga maintenance perangkat lama dibanding membeli disk baru tidak jauh berbeda. Jadi migrasikan saja data di disk lama ke disk baru. Ini artinya memindahkan Opex ke Capex.
- Optimalkan aliran udara di datacenter sehingga perangkat tetap dingin. Salah satu usulan desain airflow datacenter adalah dari EMC yang menggunakan jalur udara panas – udara dingin. Udara dingin dari PAC diarahkan menggunakan perforated raised floor ke bawah dan sisi depan storage. Kipas server / storage system akan menarik udara dingin ini ke belakang / atas rack. Pada jalur keluar udara panas ini diletakkan ventilasi udara pada bagian atas untuk membawa udara panas ini ke PAC. Udara panas dihisap oleh kipas dari PAC untuk diproses menjadi udara dingin kembali

Selain optimalisasi jalur udara ini bisa menghemat energi dari sisi konsumsi power PAC, cara ini juga bisa menghemat operational cost karena resiko kerusakan perangkat akibat panas menjadi lebih kecil.
Upaya-upaya diatas memang tidak bisa langsung merubah datacenter yang sudah ada karena issue energy ini. Tapi hal ini bisa diconsider untuk datacenter kedepan nanti.
bisa jadi artikel blog ini sekedar tulisan sore yang saat ini dibaca terus dilupakan.. Tapi saya berharap ada manfaat yang bisa diambil. Paling tidak sudah menambah wawasan saya mengenai penghematan operational cost a la datacenter. Bagaimana dengan anda??
Entry Filed under: datacenter. .
4 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
Agung | Maret 28, 2007 at 7:42 am
Artikel yang bagus, Mas Iwan..
Kalau di perusahaan kecil apa bisa diterapin yaa?? Server aja cuman digeletakin di meja waktu di kampus dulu. Nggak pernah mikirin airflow nih.. hahaha..
di tunggu lagi artikelnya..
2.
Iwan Sulistyawan | April 3, 2007 at 10:14 am
Thx atas responnya, Gung..
Artikel ini memang scopenya lebih ke arah external storage yang umumnya dimiliki oleh perusahaan menengah-besar. Untuk usaha menengah-kecil atau kampus, bisa saja ide ini dimodifikasi seperti penggunaan prosesor yang lebih baru, virtualisasi server, tata letak server di ruang server, dll..
Artikel berikutnya insya Allah segera menyusul deh..
3.
Cowojkt | April 4, 2007 at 7:15 am
wah, setuju .. apalagi kalo ada jalur ke no. 166 .. wuihhhh, lebih dingin … :o)
Just kidding brur .. .
4.
Green storage « Blo&hellip | Desember 27, 2007 at 4:15 pm
[...] keinget lagi tulisan saya di blog ini juga tentang power & cooling datacenter. Sejalan dengan tulisan ini, saat ini vendor-vendor storage sudah mulai gencar mengkampanyekan [...]