Storage Blog..

a peaceful place to turn knowledge into power. All about storage technology, best practices, ideas.. you name it.

SAN Convention

Ditulis oleh Iwan Sulistyawan di/pada April 11, 2007

Sebagai acuan operasional SAN environment di Storage Management, IT infrastruktur, berikut ini beberapa standarisasi tentang koneksi kabel FO, switch naming, wwn alias naming, zones naming dan zones policy. (updated : 27 Nov 2007)

1. Koneksi kabel FO

Gambar berikut ini merupakan sample untuk mempermudah pemahaman:

SAN FO Connection

SAN Switch – Storage

  • Untuk storage dengan active-active connection ke host seperti pada storage monolitic : Semua port pada Cluster 1 terhubung ke fabric A, semua port pada Cluster 2 terhubung ke fabric B
  • Untuk storage dengan active-pasive connection ke host seperti pada storage modular : port 0 pada SPA maupun SPB terhubung ke Fabric A, semua port 1 pada SPA maupun SPB terhubung ke fabric B

SAN Switch – host

  • Semua HBA1 terhubung ke fabric A
  • Semua HBA2 terhubung ke fabric B
  • untuk server-server lama yang belum dual HBA, hanya terhubung ke fabric A

Untuk kemudahan maintenance, port pada SAN switch di fabric A maupun fabric B merefleksikan redundant device yang terhubung. Jika SPA0 terhubung ke port 10 di switch fabric A, maka SPB0 terhubung ke port 10 juga di fabric B. HBA1 terhubung di port 11 fabric A, maka HBA2 terhubung di port 11 juga di fabric B.

Semua kabel FO yang terhubung ke SAN switch di fabric A menggunakan kabel berwana orange, kabel FO yang terhubung ke SAN switch di fabric B menggunakan kabel berwana biru.

Apabila ada kelebihan panjang kabel FO, gulungan kabel diletakkan pada sisi host/storage/tape library. Hal ini untuk menghindari menumpuknya kabel di sisi SAN switch. Kabel FO untuk ISL, gulungan diletakkan pada edge switch.

2. Switch Name

Pada penamaan switch, ada 4 informasi yang masing-masing dipisahkan oleh underscore “_”. Semua karakter menggunakan HURUF BESAR.

  • informasi pertama merupakan lokasi datacenter tempat switch tersebut : KP (untuk kppti), DM (untuk Daan Mogot), DR (untuk DRC)
  • informasi kedua merupakan model/type dari san switch. misal : 48K, 4900, 200E. Informasi model bisa dilihat pada webtools atau SAN health
  • informasi ketiga merupakan informasi fabric : fabric A atau fabric B
  • informasi keempat merupakan domain ID dari switch tersebut.

Contoh: DR_4900_A_15 (Lokasi DRC, model 4900, fabric A, domain ID 15)

3. WWN alias Naming

Port WWN pada san switch menginformasikan device HBA, tape drive maupun storage controller.

  • HBA
    - mengidentifikasikan server (hostname atau aplikasi)
    - mengidentifikasikan nomor HBA seperti HBA1, HBA2. Penomoran HBA dimulai dari 1.
    - HBA dengan nomor ganjil terhubung ke fabric A, HBA dengan nomor genap terhubung ke fabric B
    - pada dual port HBA atau lebih, alias juga mengidentifikasi nomor port. penomoran port dimulai dari 1. untuk single port HBA, penomoran port ini tidak perlu.
    Contoh : SAPDB_HBA1, CRMDB01_HBA2_P1
  • Storage Controller
    - mengidentifikasikan model dari storage array
    - mengidentifikasikan nomor controller dan nomor port. untuk type modular informasi ini digabung menjadi SPA0, SPA1, SPB0, SPB1
    - Contoh : USP1100_CL1_P1A, CX700_SPB1

- Semua karakter menggunakan HURUF BESAR.
- tidak perlu penambahan kata “alias” pada awal atau akhir (contoh yg salah : SAPDB_HBA1_alias)
- tidak perlu informasi lokasi pada alias ini karena fabric sudah terpisah antar site dan diconfigure dengan metaSAN.

4. LSAN alias Naming

Logical SAN digunakan untuk menghubungkan fabric-fabric antar datacenter untuk keperluan replikasi maupun backup-restore.

  • Lokasi datacenter (DR, KPPTI, DM) akan di tambahkan pada WWN alias. contoh : CX500_SPA0 pada DRC akan menjadi DR_CX500_SPA0

5. Zones Naming

Pada penamaan zone, informasi member dipisahkan oleh double underscore “__”. Hal ini untuk memudahkan karena device sudah menggunakan single underscore. Maximum 256 karakter, semua karakter menggunakan HURUF BESAR.

  • merupakan penggabungan dari alias name HBA dan storage controller (atau tape drive). Urutan penamaan adalah alias name HBA kemudian alias name storage controller (atau tape drive).
  • merupakan penggabungan dari alias name storage controller dan storage controller. zoning ini untuk virtualisasi storage. Urutan penamaan adalah alias name storage controller yg memvirtualiasai (ex: USP, NSC) kemudian diikuti oleh storage controller array yang divirtualiasai.
  • hal ini juga berlaku untuk zoning pada LSAN .
  • tidak perlu penambahan kata “zone” atau “Z” pada awal atau akhir (contoh yg salah : Z_CRMDB_HBA1_CX700_SPA0)

Contoh : SAPDB_HBA1__USP1100_CL1_P1A atau NSC55_CL1_P7B__CX500_SPA0

6. Zones Policy

  • Zone menggunakan WWN port, bukan WWN node.
  • Single HBA Zoning. Dalam satu zone tidak boleh terdiri dari lebih dari 1 HBA.
  • Untuk storage dengan active-active storage controller ke host (monolitic array):
    • zone member terdiri dari 1 HBA dan 1 storage controller.
    • zoning mengakomodir LUN dapat di akses melalui 2 path saja (1 path melalui fabric A + 1 path melalui fabric B)
  • Untuk storage dengan active-pasive storage controller ke host (modular array):
    • zone member terdiri dari 1 HBA dan 2 storage controller.
    • zoning mengakomodir LUN dapat di akses melalui 4 path (2 path melalui fabric A + 2 path melalui fabric B)
  • Untuk tape library:
    • zone member terdiri dari 1 HBA dan boleh terdiri dari lebih dari satu tape library
    • tape drive tidak menggunakan multiple path. zone untuk tape library ini hanya ada di fabric A.

Contoh :
SAPDB_HBA1__USP1100_CL1_P1A
- SAPDB_HBA1;
- USP1100_CL1_P1A

SAPDB_HBA1__L8500
- SAPDB_HBA1;
- L8500_drive1;
- L8500_drive2;
- L8500_drive3

Standarisasi ini ditaruh pada blog ini untuk menjadi referensi bagi team internal storage management dan juga bisnis partner terkait yang berhubungan dengan unit kerja di sini. Juga sebagai sharing knowledge bagi semua yang membutuhkan.

However…. ada hal2 yang masih saya keep di kepala.. terutama yang berkaitan dengan optimalisasi & performance matter.. Not only getting your infrastructure resilient but the most important thing is how to create a robust yet effective SAN environment.. well, mungkin temen2 di storage management dan partner yang berhubungan langsung bisa tahu strategi-strategi yang digunakan di sini. It’s a pleasure to work together with all of you guyz.. :)

5 Tanggapan ke “SAN Convention”

  1. iam berkata

    hebat lah pak iwan mah….
    ini ok banget, pak…
    apalagi untuk saya yg baru belajar…
    sering-sering y pak?? heheheheheh…

  2. lucky berkata

    Mantap ……
    makin OK aja nih.

    Enak kalo udah ada standarisasi nya.
    jadi kerjanya bisa lebih cepat lagi….
    gak usah begadang lagi donk …… :)

  3. [...] Setelah dilakukan assesment pada fabric KPPTI, ditemukan ada beberapa zone yang tidak sesuai dengan SAN convention kemarin. HBA1 yang seharusnya terhubung ke SPA0 dan SPB0 ternyata terbalik terhubung ke SPA1 dan [...]

  4. Two thumbs up…
    Informasi ini sangat berguna buat saya, Pak Iwan. Mohon izin buat copy paste diblog saya ya,Pak. Biar saya juga bisa slalu ingat.

    Mudah2an saya bisa membantu team BHP memberikan servis terbaik kami untuk Indosat…

  5. Okay mas Arie..
    Saya tunggu best supportnya..
    btw, kolom ini kemungkinan di update dalam beberapa periode untuk membenahi/menambahkan hal2 yang kurang pas.. namanya juga belajar bikin best practice.. :)
    Silahkan rajin2 tengok kolom saya..

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>