Storage Blog..

a peaceful place to turn knowledge into power. All about storage technology, best practices, ideas.. you name it.

disk as disk or disk as tape to go??

Ditulis oleh Iwan Sulistyawan di/pada Mei 30, 2007

Bicara mengenai storage ini banyak yang menarik untuk diulas.. capacity, virtualisasi, replikasi, migrasi, deduplikasi, archiving dan masih banyak yang lainnya. Satu topik yang sedang menarik disini adalah VTL dan Deduplikasi.

Well.. blog kali ini lebih merupakan summary dari salah satu artikel di storagemagazine yang mengupas mengenai disk to disk backup termasuk VTL. Nextnya akan saya coba bahas mengenai deduplikasi. Semoga bermanfaat..

Berangkat dari artikel How disk has changed backup di storage magazine, backup to disk dibagi menjadi 2 kategori yaitu ”disk as disk” dan ”disk as tape” backup solution.

Disk as disk

Pada D2D2T yang ini, satu atau beberapa LUN di assign ke backup media server dan diconfigure sebagai file system. Bisa jadi satu atau lebih mountpoint / directory. Pada proses backup, data dikirim ke directory tersebut. Koneksi server dengan disk bisa melalui SAN maupun NAS.

Keunggulan metode disk as disk adalah harga. Dibandingkan dengan penggunaan VTL, selain invest di disk VTL juga harus membayar lisensi softwarenya. (mohon diingat metode d2d2t ini adalah host based backup. Untuk serverless backup tetap perlu lisensi tambahan untuk software replikasi datanya.)

Meskipun secara cost relatif lebih murah namun cara ini memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan solusi “disk as tape”. Karena perilaku file yang sering di modify (tulis, hapus) membuat file menjadi terfragmentasi sehingga menghasilkan performance yang lebih lambat. Selain itu kebanyakan software backup ke ”disk as disk” juga tidak support compression. Terus lagi, backup software tidak bisa secara otomatis pindah ke directory lainnya kalau directorynya sudah penuh.

Disk as tape

Konsep yang ini menggunakan Virtual Tape Library (VTL) dimana disk array di emulate sebagai tape library menggunakan software atau appliance. Ada 2 macam VTL yaitu standalone VTL dan integrated VTL.

Standalone VTL berada pada posisi sejajar dengan Physical Tape Library (PTL) dan berlaku seakan2 sebagai sebuah tape library yang lain.

Integrated VTL posisinya berada di antara backup media server dan PTL. Backup server mengirim data ke VTL dulu.. kemudian VTL akan menulis data tersebut ke ”disk as tape”nya atau ke PTL.

Keuntungan penggunaan disk as tape adalah kemudahan management VTL dan performance. Saya pernah bertanya kepada beberapa teman (mungkin anda juga.. :) ) bagaimana ceritanya VTL bisa lebih cepat?? Padahal pada VTL ada proses reformat dari format file system ke format tape. Seharusnya malah bikin lambat dong??.. kan ada proses tambahan lagi sebelum benar2 ditulis ke “disk as tape”.. Ternyata jawabannya adalah karena proses penulisan ke tape contiguous.. keuntungan lainnya adalah, saat tape dibaca (misal untuk restore atau untuk penulisan di track berikutnya) tapenya harus dibaca dari awal pita sampai track yang dituju.. dengan VTL karena nggak pakai pita lagi, proses ini jadi lebih cepat…

Kebalikan dari keuntungan penggunaan solusi ”disk as disk”, disdvantages dari VTL ini adalah harga. Jika harga disk array adalah X, disk array yang diconfigure sebagai VTL adalah X + Y. Nah, harga Y ini yang berbeda-beda antar vendor. Kebanyakan vendor menetapkan harga berdasarkan kapasitas. Ada juga vendor yang menghitung harganya berdasarkan jumlah FC-nya. Cost lain yang perlu diperhitungkan adalah di sisi backup softwarenya. Ada backup software yang mensyaratkan lisensi berdasarkan jumlah tape library atau tape drivenya. Veritas netbackup??.. Rasanya sih tidak menggunakan lisensi berdasarkan jumlah tape library tapi setahu saya ada lisensi SSO untuk sharing tape drive . (team data protection, pls CMIIW).

Eject virtual tape.
Secara di sini menerapkan metode Pick-up Truck Access Methode (PTAM), maka tetap perlu peran PTL untuk menulis ke tape cartride dan disimpan di cross site datacenter. Penulisan tape to tape untuk mendukung PTAM ini paling pas jika menggunakan type standalone VTL. Proses ini melibatkan backup software untuk copy tape to tape dan eject secondary tape sehingga catalog tetap terupdate. Sementara pada type integrated VTL, ejecting tape dilakukan oleh VTL sehingga ada kemungkinan catalog backup tidak update.

VTL feature.
beberapa VTL memiliki feature replication and cascading yang dapat mereplikasi tape ke VTL yang lain. Tetapi tape di VTL kedua ini tidak dianggap sebagai duplikat oleh backup software karena memiliki barcode yang sama. Feature yang lain adalah deduplication. Belakangan beberapa vendor storage melengkapi jajaran VTLnya dengan feature dedup ini. HDS bekerja sama dengan diligent untuk menjual protectier as dedup VTL.. Quantum melengkapi feature deduplication di jajaran DXi seriesnya setelah mengakuisisi ADIC.. EMC informasinya akan support deduplication di jajaran VTLnya next 2008 dari pengembangan avamar yang diakuisisi november 2006 lalu.. Kapan2 deh saya tulisin tentang deduplication.

Solusi D2D2T lain

Kalau RTO dan RPO sangat ketat, solusi lain yang lebih pas barangkali adalah serverless backup. Replikasi data dilakukan oleh disk array. bisa ke disk array yang sama atau ke disk array yang berbeda (remote replication). Bisa jadi ini solusi yang jauh lebih mahal tapi RTO dan RPOnya meet toh.. atau…………. in other phrase… Bisa jadi solusi ini meet RTO dan RPOnya tapi costnya jauh lebih mahal.. NAH LHO…. :) )

Udah ahh.. udah waktunya pulang.. besok kerja lagi..
semoga tulisan ini bisa menambah wawasan semua yang membaca..

5 Tanggapan ke “disk as disk or disk as tape to go??”

  1. Andry (HDS) berkata

    Data de-duplication sekarang adalah terobosan teknologi yg akan merubah dunia IT. Yang menarik dari teknologi ini adalah kita bisa mengidentifikasikan redundant data dan tanpa menganggu restore time, dan disk tempat penyimpan backup pun menjadi semakin kecil.
    Pertanyaan-nya adalah: Bagaimana sistem data de-duplication itu bekerja? Metode yg dipakai adalah cryptographic hash algorithms. Ide-nya adalah membuat fingerprint yg unik pada setiap data dan menjadikan reference data pada saat proses de-duplication dilakukan. Mudah kan!!!
    Second Challenge adalah pada saat proses de-duplication (bit-by-bit delta comparisons) dilakukan pastinya kerja processor dan memory server akan menjadi sangat berat.

  2. Yup.. setuju, boss.. dedup adalah salah satu feature untuk mengatasi meledaknya kebutuhan storage.. sekarang mungkin kita baru dengar & masih khawatir dengan reabilitas dan performancenya.. tapi tunggu aja 1-2 tahun kedepan.. ini feature yang harus dimiliki..
    eh, btw.. 1 box protectier bisa buat handle berapa besar data, boss??..

  3. Cowojkt berkata

    Seiring dengan perkembangan fiture dalam teknologi backup, banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang harus dilakukan setiap kali kita ingin menentukan untuk membeli salah satu teknologi.

    De-Duplication saat ini di claimed sangat bagus oleh beberapa kalangan engineer secara lisan dikatakan kepada saya. Tetapi, teknologi ini tampaknya belum cocok untuk perusahaan atau end-user yang SMB ataupun Medium size.

    De-Duplication sangat cocok untuk perusahaan Enterprise dimana mereka mempunyai data-storage yang besar diatas 30 / 50TB dengan kondisi system backup mereka juga membutuhkan tape yang banyak hingga diatas 1000pcs.

    Demi mengurangi cost untuk pembelian media backup / barcode / tape drive w/ huge capacity & Slots / software & licensing, tidak bisa dihapuskan begitu saja, dengan De-Dup Technology butuh investasi besar diawal karena harganya yang sangat mahal, tetapi kalau di break down selama 2 – 3 tahun kedepan, maka penggunaan de-dup boleh dikatakan akan mereduce cost backup 40-65% dari pada seluruhnya menggunakan conventional tape backup.

    Ironisnya, seiring dengan perkembangan technology ini, para producen tape juga tidak mau ketinggalan. Persaingan ketat telah muncul dengan keluarnya versi-versi tape baru seperti :

    LTO-Gen4 (800/1.6TB)
    DLT-S4 (DLT S4VAGE – 800/1.6TB)

    Bayangkan dengan capacity penyimpanan segitu besar dalam 1 tape, kalau punya storage 10 TB, at least cukup punya 10 tape backup media yang bisa di recycle, tetapi keamanan data terhadap qualitas product belum ketahuan…

    Kita tunggu saja informasi selanjutnya …

    BTW, mau numpang iklan juga nih boss Iwan…

    Untuk kebutuhan Tape bakcup media seperti :

    HP, IBM, Quantum dan EXABYTE juga dapat diperoleh di :

    PT. Vision Integrasi Pratama
    Harcomas Mangga Dua Lt. 3 No. 46
    telp : 021-62304063 / 021-703578
    HP : 0816 1159409
    Email : Ayung76@cbn.net.id
    Contact : Meriyanti
    MSN : Ayung76@cbn.net.id
    YM : Vision_integrasi / cowojkt

  4. @Andry:
    Thx sudah melakukan online demo VTL + dedup di sini.. tapi koq cuman 7:1 yaa compression rationya??.. jadi wondering produk lain gimana.. hehehe..

    @Cowojkt:
    Hahaha… promosi nih yeee.. :)
    btw, setuju dengan analisanya bahwa dedup cocok untuk perusahaan yang datanya sangat besar karena cost dedup enginenya yang mahal.
    btw, LTO 4/DLT S4 ukuran pitanya makin tipis yaa?? atau kerapatan magnetnya yg lebih kecil sehingga muat data lebih banyak?? mustinya tape nggak pake pita lagi tapi pake disk aja.. lebih cepet I/O-nya.. lebih durable dan longlife.. tapi format penulisannya ala tape yang continues dan bisa tetap di remove dari drivenya seperti tape biasa.

  5. Cowojkt berkata

    Hehehehe, LTO & SDLT tergolong dalam kategori 1/2″ catridges. Panjang pita semua sama, tetapi yang dikembangkan adalah backup methode nya, dari yang awalnya garis lurus dari kiri ke kanan (dalam 1 track), kemudian dikembangkan dari atas kebawah dengan metoda Zig-Zag, dan dari situlah kerapatan data semakin tinggi dan dengan panjang pita yang sama dapat memuat data lebih banyak. Dan head nya pun bergerak turun naik, berbeda dengan teknologi DDS yang bergerak adalah Pita dengan motorik nya. Head tetap (tidak bergerak). Hal ini menyebabkan DDS kalau mau di extend kapasitasnya harus menambah panjang Pita.

    Jadi, Yang jelas2 dipertipis adalah teknologi DDS. Bayangkan, panjang pita 120m saja sudah 90% memenuhi tempat pita atau tape cage itu sendiri, lalu keluar sampai DDS 5 (by sony) atau DAT 72 lebih umumnya, dengan kotak DDS yang sama, tapi panjang pita bertambah, tapi herannya masih muat dan ada space kosong. Itulah yang dipertipis.

    Sebetulnya ada tape yang lebih cangih, menggunakan IC / Memory. Namanya AIT (Advance Intelegent Tape), dikembangkan oleh SONY. Setiap data yang terekam, disimpan index / catalognya dalam sebuah chip di casette tersebut. Sehingga pada saat user query datanya, akan langsung bisa terdetect cepat, dan pada saat restore, head akan langsung menuju track yang bersangkutan sesuai dengan catalog. Beda dengan tanpa chip, harus baca dari awal sampai akhir, baru ditampilkan data yang kita cari. Tapi harga tape nya lebih mahal dan jarang peminatnya.

    Kalau Magstar MP mengembangkan tape dengan DUAL Spool, dimana kecepatan lebih dipentingkan dari pada Capacity. Contohnya product yang di pesan khusus oleh IBM dengan type : IBM 3570 Series. Speed nya jauh diatas LTO/SDLT. (bisa 2x broo…)

    Kalau tape backup pake disc mungkin sedang dikembangkan dengan Flash, tapi belum ketahuan hasilnya.

    Gicru Oom Iwan….

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>