Storage Blog..

a peaceful place to turn knowledge into power. All about storage technology, best practices, ideas.. you name it.

Multipath Software

Ditulis oleh Iwan Sulistyawan di/pada Maret 12, 2008

Huwiih.. sudah lumayan lama nih ndak nulis artikel di blog ini. Mohon dimaafkan.. :) Selain beberapa aktifitas di kantor yang sedang meningkat, 2 bulan terakhir cukup disibukkan karena lagi membangun photoblog baru nih.

Blog kali ini seputar multipath software yang puenting untuk diketahui oleh orang-orang IT infrastruktur. Kalau saya amati, hampir 90% server-server saat ini menggunakan SAN untuk kebutuhan datanya. Pastinya server-server ini membutuhkan konfigurasi high availability untuk ketersediaan datanya mulai dari storage controller, switch sampai HBA sehingga failover bisa jalan otomatis jika ada ada failure.

Akan tetapi.. meskipun secara hardware sudah redundant, tapi di sisi server masih perlu multipath software. Otherwise… yaa percuma laah konfigurasi hardware yang redundant itu. Sedemikian pentingnya sampai-sampai beberapa OS sudah menyiapkan solusi untuk multipath ini tanpa memerlukan third party software.

ngapain aja sih multipath software ini, apa kelebihan/kekurangan multipath software bawaan OS dibanding thirdparty software??

Tugas multipath software yang utama adalah menconfigure physical path ke storage menjadi logical path di OS sehingga OS memiliki kemampuan untuk failover atau fallback secara manual atau otomatis. Tugas lainnya adalah load balancing sehingga frame-frame I/O yang dikirim ke storage dapat dibagi-bagi melalui path-path yang ada. Beberapa multipath software yang merupakan feature dari OS sudah memiliki kemampuan failover/fallback dan load balancing namun ada juga yang belum support load balancing a.k.a. hanya active-passive connection saja . Tapi sayang dong investasi yang sudah dikeluarkan mahal-mahal untuk High Availability tapi cuman dibiarkan standby mode saja (active-passive). Oleh karena itu sebaiknya menggunakan multipath software yang sudah memiliki kemampuan load balancing (active-active).

Windows menggunakan MS MPIO (Microsoft Multipath I/O) di W2K atau W2K3 servernya. MS MPIO ini selain support failover dan fallback, juga support loadbalancing.

Di Linux sudah support multipath di kernel 2.6 menggunakan modul DM (Device Mapper). kernel 2.4 juga bisa di support tapi perlu patch. Sementara di 2.6 sudah native bahkan merupakan default di instalasi redhat versi 5. Linux DM ini selain mendukung failover & fallback juga sudah support load balancing menggunakan metode round robin.

Solaris mendukung mutipathing menggunakan MPxIO. di /kernel/drv/scsi_vhci.conf saya tengok sudah support load balancing juga. Sepertinya hanya round robin saja seperti linux.

IBM AIX mengggunakan Multipath I/O di AIX 5L yang juga support load balancing sejak versi 5.2.

HP-UX menggunakan PV-links untuk multipath softwarenya. Sayangnya PV-links masih belum support load balancing (hanya active-passive). Bisa siih di load balance secara manual dengan membagi path LUN2 yang ada ke beberapa HBA. Tapi berdasarkan pengalaman selama ini cara seperti ini tidak optimal. Solusinya bisa dengan menggunakan third party software seperti veritas DMP (Dynamix MultiPath) atau software mutipath bawaan storage vendor seperti HP Secure Path, EMC powerpath, HDS HDLM, atau yang lainnya.

Keuntungan menggunakan multipath software yang native dari OSnya adalah cost. Sudah bundled with the OS koq.. jadi ndak perlu keluar biaya lagi untuk beli lisensi third party software. Tapi kalau bicara performace maka multipath software dari storage vendor mengungguli multipath software bawaan OS tersebut. Karena para storage vendor ini lebih mengetahui isi / konfigurasi storage array mereka sehingga wajar saja kalau mereka bisa optimize metode2 pengiriman packet data ke storage. Contohnya seperti di EMC powerpath, disamping menggunakan basic failover mereka menambahkan option ClarOpt untuk CLARiiON arrays dan SymmOpt untuk Symmetrix (DMX) storage. Tentu saja para EMC engineer lebih tahu kelebihan option2 ini dibanding basic failover untuk masing2 type storage mereka.
Jadi pilih yang mana??.. yang native OS atau third party??.. :)

13 Tanggapan ke “Multipath Software”

  1. ramansah berkata

    Pertamax….Wuihhh, hebat meski sibuk masih tetep bisa nulis blog, berat-berat lagi bahasannya. Yang penting storage & SAN Switchnya tetep amann… keep posting. :)

  2. @ ramansah: Aamiin.. Storage & SAN switchnya terpantau dalam kondisi aman.. 86.. 86.. kumendan.. :)

  3. Otong berkata

    Mohon maaf, sekedar menambahkan :
    * Walaupun pada hpux 11iv2 dan sebelumnya belum memiliki kemampuan active-active link, tetapi tidak mengurangi redundancy. PV link merupakan hardware redundancy dimana alternate link akan mengambil alih link dari server ke storage manakala primary link fail. Beberapa cara manual dapat dilakukan untuk membuat “load balancing” dimana kita bisa selang seling antara primary dengan alternate link dalam volume groupnya. Primary link volume group yang satu dapat menjadi alternate link untuk volume group yang lainnya, demikian sebaliknya. Cara load balancing ini memang kurang optimal seperti yang dikatakan oleh pak Iwan. Kekurangan dari PV link ini adalah sangat tergantung kepada implementor, artinya kesalahan meng-configure pvlink akan mengakibatkan proses failover diantara path tidak akan terjadi.

    *HPUX 11i v2 dan versi sebelumnya menggunakan secure path software untuk kebutuhan mulitpathing ini, secure path sendiri merupakan additional software yang ber-licensed.
    Securepath bertujuan untuk membuat proses administrasi file system di O.S menjadi lebih simple, sebab seberapa banyak alternate link yang di assign ke server akan terlihat satu kesatuan oleh O.S sehingga tidak akan terjadi miss-configure spt pada kasus manual diatas. Selain itu dengan securepath secara otomatis akan diatur juga masalah load balancing, tanpa campur tangan implementor. Selang-seling diantara path dan failover path apabila terjadi masalah di salah satu link akan dilakukan secara otomatis dan transparan. Kerena pengaturan dilakukan secara otomatis maka proses failover path dan load balancing menjadi sangat optimal dan efisien seperti yang dikatakan pak Iwan.

    *Mulai pertengahan tahun 2007 HP sudah merilis hpux 11iv3 yang didalamnya sudah di-embedded securepath software. Artinya dengan menggunakan hpux 11iv3 tidak lagi diperlukan additional software securepath yang ber-license dan sejak saat itu software securepath menjadi discontinued product.

  4. @Otong : Wah terima kasih atas informasinya pak otong.. Rupanya HP-UX di 11iv3 sudah embeded securepath toh.. :)
    Lalu untuk HP-UX yang belum versi 3 bisa di patch supaya ada securepathnya atau bagaimana??

  5. evasafitri berkata

    makacih buat nformasinya…

  6. Harjo berkata

    Koq, gk mosting lagi?

  7. Wah.. terimakasih sudah diingetin nih, mas..
    memang sudah lama belom posting..
    sparetimenya lagi tersedot sama hobby motret..
    saya sudah siapkan koq draft artikel terbaru.. nanti saya posting dalam waktu dekat.

  8. sumodirjo berkata

    terima kasih pak infonya, baru belajar multipet, maklum gak pernah pegang storage terpisah ini harus install RHEL5 terus konfigure multipet

  9. piyut berkata

    tulisan yang OK banget. mau tanya ? untuk secure path, software di install di sisi storage? di sisi sever perlu dilakukan apa ?

  10. multipath software diinstall di sisi server, bro..
    di sisi storage hanya perlu assign lun melalui pair storage portnya..
    eh, btw di Tsel satu bagian sama nugi nggak, yul??..

  11. gari berkata

    Wah, susah2 nyari artikel SAN nya punya bule…ternyata sudah ada yg versi indonya…

    great blog bos…

    salut!

  12. Thx gari..
    ayo maju bersama.. :)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>