The power of SSD
Ditulis oleh Iwan Sulistyawan di/pada Oktober 24, 2008
Bwahh.. makin seru aja perkembangan teknologi storage rupanya. Bukan cuman seputar solusi softwarenya macam virtualisasi, deduplikasi, tiered storage, dll.. tapi juga perkembangan hardwarenya.. eh, yang dimaksud bukan soal kapasitas atau RPM speednya loh. Kalau soal ini mah dari dulu juga bergerak lambat. hehe.. yang ane maksud adalah SSD, Solid State Drive.
Penggunaan memory untuk media penyimpanan data dalam bentuk flashdisk atau berbagai memory card untuk digital camera sudah sejak beberapa tahun lalu kita nikmati. Kapasitasnya dan harganya pun semakin menarik. 4 tahun yll waktu dapet fasilitas flash disk 1GB dari kantor harganya masih 3 juta per thumbdrive. Barusan cek di salah satu webstore di sini harga flashdisk kingston 4GB hanya 100rb.. alamaaaaak..
Nasib memory yang dikemas dalam bentuk diskdrive dengan interface serial attach scsi juga nggak jauh beda. harganya turun terus.. Jadi inget MacBook Air yang di release Januari tahun ini seharga USD 3099 dalam 7 bulan harganya turun USD 500 karena turunnya harga SSD (64GB dari USD 1000 ke USD 600) & processor 1.8 GHznya turun USD 100. Tuh.. hanya dalam 7 bulan harganya drop 40%. Akhir bulan lalu harga SSD 64Gb hanya dihargai USD 200. Luarrr biasa..
BTW, apa sih kehebatan SSD sampai-sampai harga masih mahal-pun orang rela beli.. dan cari tahu bedanya SSD untuk consumer dan SSD yang sekarang masuk juga ke enterprise storage
SSD vs HDD
Kehebatan SSD tidak lain tidak bukan adalah karena SSD is memory.. isinya yaa kumpulan semikonduktor sehingga nggak ada moving parts di dalamnya. Karena nggak ada moving partsnya maka SSD jaaauh lebih aman terhadap guncangan dibanding HDD. Secara performance juga lebih cepat karena nggak ada mechanical delay jadi latencynya lebih kecil. Untuk orang2 yang waktunya dihargai mahal (time is money, right?) perbedaan performance ini sangat signifikan & may increase productivity doong..
Keunggulan lain karena tidak ada moving parts di SSD adalah suhu yang dihasilkan lebih dingin
dan power yang dibutuhkan juga lebih rendah. More eco friendly.. feature ini sangat diperlukan untuk orang yang mobile dan expect laptopnya bisa lebih bertahan lama dengan baterei saja. Selain itu memory juga lebih ringan dari pada HDD. Klop kan..
Satu hal yang kurang dari teknologi ini adalah harganya yang masih mahal dibanding HDD. Tapi harga memory turunnya lebih cepat daripada HDD. Sehingga cepat atau lambat penggunaan SSD akan menggeser HDD. Untuk sementara ini, cara yang paling pas buat saya adalah mengkombinasi SSD dan HDD. SSD digunakan untuk OS, swap space dan program2 file + sebagian data kecil yang lagi dalam tahap proses pengerjaan. Sementara data lainnya disimpan di removable HDD saja.
Enterprise Storage SSD
Ada dua macam type solid state memory ini: SLC dan MLC. Secara garis besar SLC lebih unggul dan lebih mahal dibanding MLC. informasi lebih teknis bisa di baca di http://www.supertalent.com/datasheets/SLC_vs_MLC whitepaper.pdf. Secara garis besar ini hasilnya
|
SLC |
MLC |
|
| High Density |
|
√ |
| Low Cost per Bit |
|
√ |
| Endurance |
√ |
|
| Operating Temperature Range |
√ |
|
| Low Power Consumption |
√ |
|
| Write/Erase Speeds |
√ |
|
| Write/Erase Endurance |
√ |
|
Memory type MLC pada umumnya digunakan untuk hardisk laptop, USB disk, memory card kamera/HP, iPod, dll yang dikategorikan dalam consumer grade. Sementara SLC sebagai industrial grade digunakan untuk device yang membutuhkan performance yang lebih cepat seperti pada enterprise storage.
Launching Symmetrix DMX-4 pada Januari 2008 kemarin membawa panas pertarungan enterprise networked storage ke level yang lebih tinggi. EMC menggunakan SLC chips dari STEC dan memposisikannya sebagai TIER 0 storage. Karena harganya sangat mahal strategi yang digunakan adalah data yang sering diakses dan perlu I/O tinggi di letakkan di SSD untuk menggenjot performance server yang membutuhkan. Sementara data yang lebih jarang diakses disimpan di Fiber Channel disk. SSD juga akhirnya dimasukkan pada jajaran modular storage terbarunya, Clariion CX-4. di Jakarta informasi ini dihighlight pada saat launching CX-4 di Plasa Senayan akhir Agustus kemarin . EMC expect harga SSD akan setara dengan high end FC disk pada akhir tahun 2010. Kita harap juga begitu..
Namanya bukan pertarungan kalau nggak ada lawannya..
informasi dari SUN microsystem di event Sun StorageTek Executive Symposium 2008 di bali kemarin bahwa HDS dan vendor2 OEMnya juga akan meluncurkan SSD pada enterprise storage mereka. Tapi kapan tepatnya mereka juga belum tahu. Mungkin temen2 di HDS indonesia bisa kasih bocoran tanggal peluncuran dan teknologi yang issuenya mau gabungin SLC dan MLC untuk harga yang lebih reasonable..
Anyway, penggunaan memory sebagai disk di HDS saat ini bisa dilakukan menggunakan feature Cache Residency. Meskipun yang digunakan sama2 SLC memory tapi slot Cache tidaklah sebanyak SSD. Selain harganya masih belum make sense, penggunaan memory di server lebih berdampak pada performance aplikasi ketimbang penggunaan cache memory di storage array sebagai disk. Jadi.. yaaa nggak dulu laah.
Terus kapan dong saat yang tepat buat implement SSD di enterprise storage kita??.. Hmmm.. Kapan coba..


yunardi berkata
Nice info pak Iwan,
Sebenernya kan teknologi SSD udah cukup lama ya, tapi kebanyakan baru diaplikasikan ke perangkat digital/mobile dan flash disk atau paling banter di PC dumb terminal
Justru yang ditunggu-tunggu aplikasinya ke Enterprise Storage. Kalo bisa dipantau terus tuh dan dikalkulasikan antara harga vs kapasitas vs kebutuhan energy (power), trus dicompare dengan HDD. Jadi kalo ditanyain bos tentang prospek SSD udah ada data yg cukup real.
Kalo dari sisi harga mungkin masih berat nyaingin HDD apalagi kapasitas HDD udah jauh diatas SSD. Tapi kayanya itu lebih sekedar strategi marketing supaya nggak jatuhin pasar HDD, soalnya kalo diliat dari bentuk, bisa aja dengan bentuk yang sama besar dengan HDD, kapasitas SSD juga sama besar atau lebih.
Apalagi SSD basisnya Flash Memory (SRAM / DRAM) dimana harganya makin murah kayak beli kacang goreng aja.
Btw kalo di Enterprise Storage ada Cache-nya, apakah yang dimaksud disini cache itu adalah SSD ?
Thanks,
Iwan Sulistyawan berkata
@Yunardi eko: Iya bung Eko.. sebentar lagi juga kita pakai SSD ini untuk enterprise storage kita.. tinggal tunggu waktu aja sampai harganya cukup reasonable.. hehe..
btw, Cache di enterprise storage dan SSD memang basisnya sama-sama memory. Yang membedakan adalah SSD sudah dibentuk dengan interface HDD pada umumnya seperti SAS, FC, etc..
Hell-Me berkata
Great Info…
Jadi lebih paham ada rangkuman nya,
Pak e bagaimana dengan technology “Perpendicular Hard Drive” kayaknya tidak akan jadi di pakai secara massal kalau SSD lebih murah yach? atau akan di percepat di adopsi oleh enterprise storage.
Di rangkum juga donk pak e mengenai Perpendicluar Hard Drive…biar lebih paham aku nya.
Tedy Harjanto berkata
Sempat saya berdebat dengan salah satu teman di sebuah perusahaan telco mengenai kapan SSD akan menjadi mainstream. Menurut hemat kami, SSD akan menjadi mainstream pada tahun 2010. Dengan berbagai macam analysis dan data, beliau meyakini bahwa SSD akan menjadi mainstream pada 2009 akhir. Beliau meyakini bahwa di 2009, SSD sudah mulai dipakai di perusahaannya.
Sekedar info, 6 bulan yang lalu harga list SSD adalah 30 kali dari harga list FC HDD, 2 bulan lalu harga list sudah menjadi hanya tinggal 8 kali dari harga FC HDD.
Dengan sudah semua storage vendor mengumumkan roadmap untuk SSD, kami yakin dipertengahan tahun 2009, harga SSD ‘hanya 3-5′ kali lebih mahal dari disk. Dengan kemampuan memproses transaksi lebih banyak beberapa kali lipat (ada sebuah bank di US yang mengaku memproses 4 kali transaksi kartu kredit lebih banyak) dan keuntungan lainnya, saya rasa ‘kondisi 3-5 kali’ perusahaan sudah ‘worth’ untuk mulai melirik SSD technology.
Iwan Sulistyawan berkata
@Hell-Me: walah, gw baru baca teknologi perpendicular Harddrive yang bisa meningkatkan kapasitas karena metode penulisan magnetnya vertikal terhadap plat hardisk. Hitachi sendiri yang mengusung research ini sampai saat ini nggak kasih informasinya ke sini, Mi.. Infonya malah mereka akan ikutan pasar SSD ketimbang disk dengan teknologi perpendicular ini.
@Tedy Harjanto: Make sense sih kalau akhir 2009 SSD sudah digunakan sebagai mainstream.. ini kan tergantung kebutuhan dan kekuatan dananya.. iya nggak??..
)
btw, Thx for the pricing updatenya.. bisa jadi kita juga ikutan nih pake SSD nih tahun depan.. Hallah.. kenapa jadi latah begini..
Roshid berkata
Benar kata Pak Yunardi, sampai saat ini storage yang sudah masuk kategory ‘murah’ adalah baru yang digunakan secara personal alias single user dan itupun speed nya masih tergolong rendah. Misal sejumlah Flahdisk yang dikaretin jadi satu menjadi total 1 TB, harganya mungkin tdk lebih dari 25jt. Tetapi jika disk tsb digunakan utk di share harga nya sangat jauh. Tentunya share storage ini throughput dan media nya perlu lebih komplek. Nah rupanya technologi dan media yang diperlukan utk sharing ini (saat ini adalah FC) yang masih mahal. Mudah2an technologi FC juga menyusul jadi murah.
ridho berkata
mas Iwan,
satu lagi kelebihan SSD, error terjadi waktu akan menulis/menghapus data (bukan waktu baca) jadinya data lebih aman. iya nggak??.
Iwan Sulistyawan berkata
@Roshid: Hahaha.. bisa aja pak Ros nih.. idenya lucu juga.. USB dikaretin sama usb HUB.. jadi deh storage 1 TB..
)
@Ridho: Oiya.. bener banget bro..
Nggak seperti harddisk yang errornya biasa terjadi waktu baca & tulis, pada SSD cenderung error terjadi waktu merubah data (write/delete) karena perlu merubah voltage di cell yg dituju. waktu SSD gagal menulis di cell yg failure tsb, SSD akan menulis data tersebut di cell yang lain. Sehingga mengurangi kecenderungan data corrupt.
Hery berkata
mas Iwan,
Bener sih kalo kita ngadu harga SSD dan FC disk cuma dari dolar per GB pasti akan mahalan SSD, tapi kalo dah diadu price per performance belum tentu SSD lebih mahal dibanding FC disk. Karena kadang untuk mencapai performance yang diinginkan dengan FC disk diperlukan spindles yang lebih byk dari kapasitas yang dibutuhkan. Apalagi kalau dihitung2 juga jumlah power yang dikonsumsi oleh SSD. Jadi besar kemungkinannya SSD akan ada di implementasikan pada tahun 2009 ini, apalagi mengingat kebutuhan aplikasi telco yang sangat sensitive terhadap response time.
BTW salah satu vendor oem Hitachi sudah meluncurkan SSD disk pada enterprise storage pada minggu lalu loh.
Iwan Sulistyawan berkata
@hery : Tull.. setuju bgt.. price per performancenya bisa jadi SSD lebih murah dari HDD, Her.. apalagi harga Nand memory drop terus.. price per performancenya lebih murah lagi..
Ehm.. XP-seriesnya udah support SSD dunk, her..
tambah kenceng nih dagangan..
Trully berkata
Mas Iwan, thanks bgt udah bahas SSD dgn begitu jelasnya. Plus tips utk menggabungkan SSD ama HDD utk laptop. Kebetulan aku lg dilema mau beli laptop pake SSD ato HDD biasa aja..jadi pas bgt nih
Ada 1 pertanyaan nih, temenku pernah crita kalo SSD itu ada umur utk baca tulisnya ya.. Kaya yg SLC kecepatannya 10 ato 100x MLC.. Maklum dulu pernah beli Flash Disk, dicritain soal ini. Soal umur ini, bener ga ya.. Jgn sampai nanti baru pake 2 tahun, ud hrs ganti SSDnya lg.. Mohon pencerahannya ya
Iwan Sulistyawan berkata
mas Trully,
saran saya, kalau budget masuk dan capacity tidak jadi issue, Go with SSD!
SSD lebih hemat energi *daya tahan baterei laptop lebih lama*, laptop jadi lebih enteng buat dibawa kemana2.. dan lebih reliable pula..
Yang namanya barang elektronik pasti ada umur pakainya. Termasuk SSD maupun HDD. Kalau mas trully sekarang berani pakai HDD yang MTBFnya lebih rendah dari SSD, kenapa musti takut pakai SSD.
coba cek komparasi SSD vs HDD di sini : http://www.samsung.com/global/business/semiconductor/products/flash/Products_FlashSSD.html
Lihat perbandingan MTBF (Mean Time Between Failure) di bagian Endurance. MTBF SSD sampai lebih dari 2 juta jam.. setara dengan kira2 228 tahun.. sementara MTBF HDD kurang dari 700ribu jam (hampir setara 80 tahun). Let say karena faktor tegangan dari PLN yang kurang stabil mengurangi MTBF menjadi 1/10 dari MTBF yang di claim oleh pabrik.. MTBF menjadi 23 tahun untuk SSD dan 8 tahun untuk HDD..
Tuh 23 tahun.. masih kurang??..
So stick with SSD decission.. you won’t regret it..