not only Storage, Datacenter & IT..

it's about technology, best practices and ideas.. even more..

One server with multiple storage

Posted by Iwan Sulistyawan pada Mei 24, 2010

Satu server mengakses lebih dari satu macam storage sudah jamak lah ditemukan. Contoh paling simplenya adalah penggunaan internal disks + DAS/NAS/SAN untuk external disks. Biasanya disks internal hanya untuk  OS, applikasi dan datanya ada di external disks.

Meanwhile penggunaan satu macam storage saja mungkin lebih banyak ditemukan di server yang  kebutuhan space storagenya lebih sedikit. Sehingga hanya dengan internal disks saja sudah cukup mengcover OS + application + data.

in more advance environment, bisa saja OS disimpan di external disks begitu juga applikasi dan datanya. Saat ada server failure yang related to hardware, OS tinggal di mount di server serupa yang lain.

kalau di PC environment penggunaan external disks as a second OS mungkin juga udah jamak.. bisa jadi pengen pake OS  yang loadingnya lebih cepet atau memang ingin punya environment berbeda. Misalnya internal disk di laptop untuk urusan kerjaan.. Nah waktu pulang ke rumah pake OS di external disks untuk urusan personal.. :)

Anyway, topik yang akan kita bahas ini lebih ke environment server yaa bukan PC.. Apa aja sih yang perlu jadi concern kalau satu server punya lebih dari satu macam storage.. misal internal disk + FC disks + Sata disks.. atau mungkin yang lebih common yaitu internal disks + FC disks raid 10 + FC disks raid 5.. etc..

In term of performance, penggunaan multiple type of storage bisa meningkatkan performance tapi juga bisa berpotensi membuat lebih lambat. Supaya bisa meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi speed bahkan bisa increase performance perlu penempatan data yang tepat. Itu kenapa perlu diperhatikan type data dan IO yang dibutuhkan masing2 data dan juga perlu mengenali karakteristik storage yang akan digunakan. Perlu diingat bahwa raid 10 belum tentu lebih cepat dari pada raid 5.. masing2 punya kelebihan kekurangan. silahkan cek di artikel sebelumnya ttg komparasi Raid type tersebut.

Penggunaan SSD (Solid State Disks) juga perlu di cermati karakteristiknya. Saya pernah dapat info dari salah satu performance guru ketika berkunjung ke office beberapa waktu lalu mengenai SSD. SSD definitly faster than HDD. Tetapi keuntungan terbaik dari SSD ada pada proses random readnya dengan small block data. bukan berarti write intensive IO nggak boleh ditaruh di SSD. ini hanya untuk mengenali karakteristik SSD sehingga kita bisa mendapat performance terbaiknya.

Selain karakteristik storage, karakteristik datanya juga perlu dicermati. Bisa jadi bulan ini active data yang IO intensive ada pada file AAA, bulan berikutnya ada pada file BBB. file AAA sudah less intensive. Kalau seperti ini, bulan ini kita setup dengan cermat, bulan depan sudah nggak valid lagi penempatannya. Untuk situasi seperti ini Automated Tiering bisa menjadi solusi terbaik.

Auto tiering adalah metode yang dapat memindahkan data antar volume dalam satu storage system (can be on virtulaized storage environment juga lho). Misal, saat ini LUN 01 di taruh di FC disk.. pada saat bulan berikutnya LUN tersebut menjadi less intensive. LUN 01 ini dapat di migrasi ke SATA disk secara otomatis by schedule. Begitu juga sebaliknya, pada saat LUNnya diperlukan untuk query data yang IO Intensive, bisa dipindahkan ke FC atau SSD menggunakan feature auto tiering.

Beberapa versi auto tiering sudah lebih advance. Bukan seluruh LUN yang migrasi, tetapi hanya beberapa chunk data saja yang dipindah ke tier lebih cepat / lebih lambat. Sub-LUN level tiering seperti ini menguntungkan karena bisa jadi kita punya 10 LUN sebesar @50 GB tetapi hanya 10 GB saja yang IO intensive di masing2 LUN, dengan sub-LUN level tiering kita tidak perlu 500 GB Tier yang lebih tinggi tetapi cukup 100 GB saja. harga SSD masih relative lebih mahal lhoo dari HDD, jadi sub-LUN tiering seperti ini jelas memberikan benefit yang lebih dari pada versi full LUN migration. Please ask your vendors untuk auto tiering yang mereka propose.

Semoga nggak jadi pusing dengan storage management yang kayak begini ini yaa guyz.. Good luck and good day..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.