not only Storage, Datacenter & IT..

it's about technology, best practices and ideas.. even more..

Where is the most suitable location for temperature probe in Datacenter?

Posted by Iwan Sulistyawan pada November 3, 2010

Salah satu yang wajib di monitor di ruang datacenter adalah temperatur. Tapi dimana nih posisi yang paling pas buat meletakkan alat untuk mengukur temperatur ini?? di hot aisle ?? cold aisle ?? atau di tempat yang lain?? (untuk yang perlu info mengenai hot aisle & cold aisle bisa baca kembali artikel saya di sini) di atas rack atau di dalam rack ?? kalau dipintu masuk gimana?? di intake udaranya PAC/CRAC perlu nggak??.. yuk kita bahas..

Menurut saya, informasi yang dibutuhkan untuk keperluan monitoring temperatur udara di datacenter adalah informasi temperatur sebelum masuk ke computer device. informasi ini lah yang dibutuhkan oleh kita untuk mengetahui apakah sang device cukup mendapatkan temperatur udara yang ideal, over heat atau over cooling. sementara temperatur dari udara yang keluar dari device nggak perlu diukur lagi.

Bukannya nggak penting mengukur temperatur udara yang keluar dari device, tapi temperatur di hot aisle sifatnya lebih untuk mengakomodir kebutuhan orang yang bekerja di lorong tsb bukan untuk keperluan computer device. Orang tidak akan nyaman kalau bekerja di area yang suhunya terlalu panas. Tapi yaa untuk apa taruh temperature gauge di area hot aisle itu kalau tidak ada manfaatnya untuk device??  kalau dirasa hot aisle kurang nyaman untuk bekerja karena terlalu panas bisa diatasi dengan memberikan jalur exhaust dengan bantuan fan ke PAC/CRAC di atas area yang paling sering digunakan untuk kerja dalam waktu lama. Namun demikian, sebisa mungkin sih nggak perlu laah ada engineer kerja terlalu lama di dalam ruang datacenter. Kecuali ada yang perlu dilakukan fisik, yaa di remote saja dari luar datacenter room.

jadi intinya, karena informasi yang diperlukan adalah  temperatur udara sebelum masuk ke computer device, maka sensor temperatur ini sebaiknya diletakkan di depan area udara masuk device tsb. bisa diletakkan di dalam pintu rack ataupun di luar rack di area cold aisle. keuntungan penempatan sensor di pintu rack bagian dalam adalah sensornya lebih terjaga dan lebih akurat. Keuntungan penempatan sensor di pintu rack  bagian depan adalah kemudahan pembacaan nilai temperatur/kelembapan pada alat pengukur tsb. Silahkan dipilih sesuai kebutuhan dan device yang dimiliki. :)

Penempatan sensor temperatur di area lain seperti di pintu masuk datacenter room kurang manfaatnya demikian juga di area kosong yang belum terisi computer device maupun di area intake PAC/CRAC. CMIIW..

Apabila harus menentukan prioritas misal karena jumlah sensor temperatur terbatas, prioritaskanlah pada device-device yang tingkat criticality-nya tinggi, dan yang potensi overheatnya tinggi seperti secara jarak jauh dari PAC/CRAC atau secara device perlu asupan udara dingin banyak seperti Blade server.

Sisanya adalah monitoring secara rutin. Idealnya monitoring ini dilakukan 24×7. Penggunaan monitoring system akan sangat membantu terutama jika suhu melebihi threshold yang ditentukan. alert system via sms atau email akan membantu team datacenter untuk segera bertindak. Kalaupun belum punya monitoring system seperti ini yaa pengecekan tetap harus dilakukan secara rutin berkala.

Bagaimana implementasinya di datacenter anda?? penempatan sensor temperatur sudah tepat?? pengechekan sudah berkala?? Let’s improve..

:)

4 Tanggapan to “Where is the most suitable location for temperature probe in Datacenter?”

  1. Hariyanto berkata

    Nice share…
    Terimakasih infonya mas..
    btw, berapa sih suhu yang optimum buat datacenter?

    • sami sami kang…
      untuk temperatur di datacenter rekomendasinya 20-25 derajat celcius sebelum masuk device.. namun demikian menurut guideline ASHRAE boleh 18-27 derajat celcius sih.. untuk humadity 40-55% yaa..

      • hariyanto berkata

        20-25??? Nggak kepanasan tuh mas?
        kita di sini set 18′ C..

      • 18′Celcius masih diperbolehkan koq.. btw, 18′ Celcius itu diukur di mana kang?
        saya pribadi prefer di 22-23 di inlet device. kalau dibawah 20′ Celcius selain pengaruh ke baterei yang lebih cepat drop juga boros energy yang dikeluarkan untuk menjalankan chillernya.

        Oiya.. jadi keinget.. Jangan lupa untuk melakukan vacuum cleaning pada device secara berkala.. Saya pernah punya case 1 device suhunya naik terus sampai devicenya restart sendiri. Padahal suhu di inletnya sudah oke.. Untuk trouble shoot sampai kita buka racknya supaya airflownya lebih bagus, beberapa part yang dicurigai juga di replace tapi tetap aja overheat dan restart. Sampai pada akhirnya ditemukan jalur udara keluar di bagian dalam device tersumbat debu sehingga airflow nggak lancar. Setelah dibersihkan problem sudah nggak muncul lagi. :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.