IOmeter

iometer Hari Sabtu kemarin ada undangan acara nikahnya Fajar, team storage dulu.. sekarang sudah berjaya dia di HPSI. 🙂 Di acara ini sempet ketemu juga sama ilham yang juga sama2 bergulat di storage serta temen2 yg lain lain.. diantara obrolan2 ringan sempet kesebut kalau blog ini masih dibaca2 dan dijadiin referensi tambahan untuk kerjaan mereka saat ini.. Tuiiing… langsung keinget kalau saya punya blog. dan punya hutang mau jelasin IOmeter.. 😀 Untuk temen2 yg butuh info ttg IOmeter, ini saya coba buka2 lagi arsip yg ada..  saya share aja catetan2 dan knowledge yang saya punya sebagai kelanjutan artikel sebelumnya dan untuk memenuhi janji saya share tentang IOmeter.

IOmeter ini software yg cukup ok buat stress test storage dari host sampai ke disk spindle. Selain buat performance testing untuk check bottleneck, bisa juga untuk benchmarking antara 1 server dengan storage yg berbeda (membandingkan performance storage) atau banyak server yg menggunakan 1 storage yg sama (membandingkan performance server) atau 1 server ke 1 storage tetapi dengan iterasi konfigurasi yang berbeda (mencari konfigurasi tercepat).

Baca lebih lanjut

What you need to know about IOPS

Minggu kemaren maen ke lebak bulus ketemu temen2 kantor lama sambil ngopi-ngopi (ada juga yg milih mimik susu sihh.. Wkwkwk). Kangen juga ngobrol sambil ketawa ketiwi sampe malem sepulang kantor. Pas lagi ngobrol ngobrol santai sempet juga ngebahas mereka lagi ada rencana beli storage baru untuk nambah kapasitas storage yg ada sekarang. Box yang lama sudah nggak realistis untuk di upgrade (baca: teknologi lawas, red.) maka rencananya mau beli box baru aja. Sang sysadmin manager sudah melakukan beberapa persiapan termasuk research kebutuhan IOPS dari sisi server.

Waah.. long time nih nggak ngomongin storage. Langsung mengingat ingat lagi knowledge yang selama ini lama nggak dikeluarin dari otak. Setelah share sedikit tentang IOPS sama sang sysadmin manager malam itu, akhirnya gw putusin untuk ditulis di blog juga biar bisa jadi knowledge bersama.

Kalau ngelihat spec storage array, IOPS yg disajikan sama storage vendor angkanya bisa tinggi luar biasa. Perlu diperhatikan bahwa IOPS yang mereka state di spec product adalah IOPS di controller sampai di level cache memory aja. Belum sampai ke level spindle disk. Karena IOPS storage array yg sama sampai ke level disk bisa berbeda2 tergantung type harddisk yang dipakai, Raid groupnya, jumlah disknya, type datanya (block size, %read/write, %random/sequential), cache di storage controler, dll..

Baca lebih lanjut

Rack and Cabinet Considerations for the Data Center

Ngomongin tentang temperatur datacenter di artikel sebelumnya jadi keinget rack cabinet lama di datacenter dulu. Rack Cabinet lokal yang modelnya masih pakai kaca/mika di pintu depan + ada 4 unit fan di atas rack.  Pintu belakangnya besi dengan sedikit lubang-lubang untuk sirkulasi udara. Jaman dulu keren banget lah rack cabinet itu. Saya yakin sekarang juga masih ada yang jual rack cabinet model ini. Beberapa orang menganggap rack cabinet ini yang cocok untuk di datacenter. Nggak perlu branded.. lokal saja cukup koq.. yang penting fungsinya bisa untuk naruh server dan perangkat IT lainnya. Secara harga lebih murah pula.. 🙂

Memang bukan masalah branded atau made in lokalnya yang perlu dijadikan perhatian. Setelah tau beberapa hal penting tentang rack cabinet datacenter ternyata rack cabinet yang model seperti itu malah nggak banget.. kenapa??? Baca lebih lanjut

Where is the most suitable location for temperature probe in Datacenter?

Salah satu yang wajib di monitor di ruang datacenter adalah temperatur. Tapi dimana nih posisi yang paling pas buat meletakkan alat untuk mengukur temperatur ini?? di hot aisle ?? cold aisle ?? atau di tempat yang lain?? (untuk yang perlu info mengenai hot aisle & cold aisle bisa baca kembali artikel saya di sini) di atas rack atau di dalam rack ?? kalau dipintu masuk gimana?? di intake udaranya PAC/CRAC perlu nggak??.. yuk kita bahas..

Baca lebih lanjut

NIC Teaming for Speed and High Availability

Hi guyz.. karena job sekarang yang di handle nggak lagi storage melulu.. sepertinya artikel2 berikutnya akan lebih general ke arah datacenter instead of storage. nggak apa2 kan??.. 🙂 Sebagai artikel pembuka.. *hallah*.. Yuk kita simak tentang NIC teaming..

Kalau di switch ada port trunking yang menggabungkan 2 port atau lebih koneksi antar switch sehingga tunnelnya menjadi lebih besar bandwidthnya.. Nah kalau di sisi server trunking macam ini juga bisa dilakukan yaitu dengan teaming.. well, ada beberapa terminologi siih selain nic teaming.. ethernet trunking, link aggregation, eth bonding, etc.. tapi saya lebih prefer pakai terminologi NIC teaming aja. singkat & padat.. 🙂

Beberapa aplikasi cukup rakus memakan network bandwidth seperti backup over Lan atau streaming media lainnya. Selain itu ethernet ini biasanya menjadi salah satu single point of failure karena cukup menggunakan 1 NIC saja. Padahal link failure jamak terjadi karena misal:.. Baca lebih lanjut

It ain’t goodbye

Akhir bulan juli ini saya dipinang oleh salah satu perusahaan retail untuk consumer goods.. Salah satu perusahaan retail yang terbesar di Indonesia.. Saya diminta membantu mengembangkan IT datacenter di sana. Tawaran yg sangat menarik karena perusahaannya sedang berkembang & begitu pula sektor ITnya. Dari gambaran awal sudah terbayang tantangan2 yang akan dihadapi di sana. Very challenging.

Mungkin memang sudah saatnya untuk berkembang bersama perusahaan ini setelah 8 tahun mengabdi di ind… Eh, di salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia ini. Oleh karena itu, tadi pagi saya mengajukan pengunduran diri efektif 1 bulan ke depan.
Baca lebih lanjut

One server with multiple storage

Satu server mengakses lebih dari satu macam storage sudah jamak lah ditemukan. Contoh paling simplenya adalah penggunaan internal disks + DAS/NAS/SAN untuk external disks. Biasanya disks internal hanya untuk  OS, applikasi dan datanya ada di external disks.

Meanwhile penggunaan satu macam storage saja mungkin lebih banyak ditemukan di server yang  kebutuhan space storagenya lebih sedikit. Sehingga hanya dengan internal disks saja sudah cukup mengcover OS + application + data.

in more advance environment, bisa saja OS disimpan di external disks begitu juga applikasi dan datanya. Saat ada server failure yang related to hardware, OS tinggal di mount di server serupa yang lain.

kalau di PC environment penggunaan external disks as a second OS mungkin juga udah jamak.. bisa jadi pengen pake OS  yang loadingnya lebih cepet atau memang ingin punya environment berbeda. Misalnya internal disk di laptop untuk urusan kerjaan.. Nah waktu pulang ke rumah pake OS di external disks untuk urusan personal.. 🙂

Anyway, topik yang akan kita bahas ini lebih ke environment server yaa bukan PC.. Apa aja sih yang perlu jadi concern kalau satu server punya lebih dari satu macam storage.. misal internal disk + FC disks + Sata disks.. atau mungkin yang lebih common yaitu internal disks + FC disks raid 10 + FC disks raid 5.. etc.. Baca lebih lanjut